bliblidotcomon Instagram: Siapa yang kemarin ikut memeriahkan Grand • H Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D Gubernur Provinsi DKI Jakarta. Memajukan perekonomian daerah lewat UMKM yang ada di DKI Jakarta Menyediakan lapangan pekerjaan untuk menekan angka pengangguran di DKI Jakarta Kontak Kami. Jl. Prajurit KKO Usman dan Harun No.52, RT.7/RW.1, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah MetroManila, Philippines. 8 834-3000 . 8 834-4000 . OFFICE OF CONSULAR AFFAIRS Bradco Avenue, corner Macapagal Boulevard ASEANA Business Park Paranaque City, Metro Manila Philippines. FOR PASSPORT APPOINTMENT CONCERNS. 8 234 3488 . PASSPORT, AUTHENTICATION, & OTHER CONSULAR INQUIRIES. 8 651 9400. Satellite / Regional Consular Offices Directory Vay Tiền Trả Góp 24 Tháng. 22 Feb Production House Pengertian dan Fungsinya Posted at 1240h in Advertising 0 Comments Production house, biasa disingkat PH, atau disebut juga production company adalah bisnis yang berspesialisasi dalam pembuatan berbagai jenis media, seperti film, acara televisi, series, iklan, branded content, sampai video musik. Production house memainkan peran penting dalam industri hiburan. PH-lah yang berfungsi menghidupkan ide-ide kreatif, mengelola talenta-talenta kreatif seperti sutradara, produser, penulis, dll, dan memastikan ide-ide itu dapat bertransformasi menjadi karya yang bisa dinikmati penonton. Production house sendiri berbeda dengan advertising agency atau studio film. Dan sebenarnya production house juga terdiri dari beberapa jenis. Ada production house yang fokus memproduksi film, tapi ada pula yang fokusnya di iklan, atau bahkan video musik. Untuk mempelajari perbedaannya, kamu bisa membaca artikel berikut ini. Nah, lantas apa sebenarnya yang dilakukan oleh production house? Berikut adalah beberapa fungsi utama dari production house Konseptualisasi dan Pengembangan Cara kerja production house iklan dan film sedikit berbeda. Jika production house film bekerjasama dengan studio film dan/atau pihak financier lain seperti investor, production house iklan bekerjasama dengan agensi periklanan dan/atau klien. Walaupun sedikit berbeda, tapi dalam tahap konseptualisasi dan pengembangan production house, baik film dan iklan, sama-sama bekerja untuk membuat dan mengembangkan ide kreatif menjadi proyek media. Biasanya production house memiliki tim kreatif in-house yang bekerja dalam setiap tahap pengembangan mulai dari pencarian ide, pengembangan naskah, sampai pembuatan storyboard dan proposal kreatif. Praproduksi Setelah konsep selesai, production house memulai proses praproduksi. Ini melibatkan mengamankan pembiayaan financing, mempekerjakan hiring anggota kru, casting pemain, dan mengatur jadwal dan logistik untuk pengambilan gambar. Apabila kamu tertarik mendalami lebih tentang kegiatan yang dilakukan saat praproduksi, kamu bisa membaca artikel tentang “9 Tahap Praproduksi Yang Harus Kamu Siapkan”. Produksi Selama produksi, production house mengawasi pembuatan film atau iklan yang sebenarnya. Production house harus memastikan semuanya dilaksanakan sesuai rencana. Mereka bertanggung jawab untuk mengelola set, mengoordinasikan aktor dan kru, dan memecahkan masalah apa pun yang muncul. Tahap produksi juga dikenal dengan istilah syuting, shooting, atau principal photography. Jika kamu tertarik mendalami tentang proses syuting, kamu bisa membaca artikel berjudul “5 Metode Syuting Yang Harus Kamu Pahami”. Pascaproduksi Setelah syuting selesai, production house memasuki fase pasca produksi. Ini melibatkan pengeditan, efek khusus, dan desain suara. Production house dapat bekerja dengan tim spesialis pascaproduksi untuk memastikan bahwa produk akhir memenuhi standar yang diinginkan. Distribusi dan Pemasaran Terakhir, production house bertanggung jawab untuk mendistribusikan dan memasarkan produk jadi kepada khalayak. Ini mungkin melibatkan bekerja dengan distributor, mengembangkan kampanye promosi, dan mengelola komunikasi dengan publik. Di industri yang sudah besar dan kompleks seperti Hollywood, distribusi dan pemasaran memang ditangani oleh distributor dan/atau studio film. Namun, di Indonesia, peran ini seringkali masih ditangani oleh production house. Selain fungsi inti tersebut, perusahaan produksi juga dapat menawarkan layanan tambahan, seperti animasi, efek visual, dan desain multimedia. Keuntungan Bekerja Dengan PH Jika kamu mengelola sebuah brand, atau bekerja di perusahaan yang tertarik memproduksi proyek media, bekerjasama dengan production house adalah pilihan cerdas. Kenapa? Berikut beberapa keuntungan bermitra dengan production house profesional Akses ke Ahli & Profesional Production house memiliki banyak pengetahuan dan pengalaman dalam industri hiburan. Mereka dapat menawarkan wawasan berharga ke dalam proses kreatif, serta memberikan panduan tentang pertimbangan logistik dan keuangan. Di Studio Antelope sendiri, kami pernah bekerjasama dengan setidaknya 20 sutradara di ratusan proyek berbeda. Masing-masing sutradara memiliki keahlian khusus yang sesuai dengan kebutuhan proyeknya. Akses ini belum tentu kamu dapatkan apabila tidak bekerja dengan production house profesional. Bicara tentang produksi media, kita pastinya tidak cuma bicara tentang sutradara. Dalam sebuah produksi, rata-rata ada 100 orang yang terlibat dengan keahliannya masing-masing. Bekerjasama dengan production house memastikan kamu punya akses ke tenaga-tenaga ahli dan profesional tersebut. Solusi Hemat Biaya Kata siapa bekerjasama dengan PH mahal harganya? Bekerja dengan production house seringkali lebih hemat dibandingkan menangani proyek sendiri. Kenapa? Ada 3 alasan. Pertama, PH memiliki keahlian untuk mendengarkan kebutuhan kamu dan mengusahakan yang terbaik agar sebuah proyek bisa dieksekusi sesuai dengan budgetmu. Tidak hanya itu, production house profesional pastinya juga mengusahakan agar standar kualitasnya terjaga, walau dengan budget terbatas. Alasan kedua, PH memiliki akses ke peralatan-peralatan mutakhir dan software terkini. Sekarang bayangkan, jika kamu harus membeli kamera, lighting, dan peralatan-peralatan pascaproduksi seperti color panel, monitor grading, yang jika ditotal harganya bisa ratusan juta bahkan milyaran rupiah. Alasan ketiga, PH punya akses & hubungan dengan vendor-vendor yang sifatnya spesifik. Sebagai contoh, syuting adegan mobil membutuhkan vendor rigging kamera di mobil. Contoh lain, membuat adegan hujan juga membutuhkan rigging hujan yang mampu menciptakan hujan buatan. Ini hanya dua dari masih banyak lagi contoh kenapa bekerja dengan production house adalah alasan cerdas. Hasil Berkualitas Tinggi PH profesional memiliki alat, sumber daya, dan keahlian yang diperlukan untuk memberikan hasil berkualitas tinggi. Baik Anda membuat film, acara televisi, atau komersial, bermitra dengan perusahaan produksi dapat memastikan bahwa proyek kamu berkualitas tinggi dan profesional. Perlu kamu ingat juga, kualitas yang kami maksud bukan hanya kualitas teknis saja, tapi kualitas kreatif seperti cerita dan penyutradaraan. Sebaik-baiknya kualitas gambar, amat sulit menyentuh penonton jika kualitas cerita-nya sendiri tidak kuat. Di production house seperti Studio Antelope, tersedia aneka ragam pilihan penulis dengan berbagai keahliannya. Studio Antelope tidak hanya terbiasa menangani proyek-proyek format panjang seperti film & series, tapi juga beragam proyek branded content, seperti iklan, film pendek, web series, bahkan sampai film/series vertikal. Kesimpulan Singkatnya, production house adalah bisnis yang berspesialisasi dalam pembuatan konten media, mulai dari pengembangan konsep hingga distribusi akhir. Mereka memainkan peran penting dalam industri hiburan, menghidupkan ide-ide kreatif dan menyampaikannya kepada penonton di seluruh dunia. Jika kamu sedang mempertimbangkan membuat proyek media seperti film, iklan, atau series, bekerja sama dengan production house profesional dapat memberikan akses ke tenaga profesional, solusi hemat biaya, dan hasil berkualitas tinggi. Bekerja Dengan Studio Antelope Studio Antelope adalah production house profesional yang berbasis di Jakarta, Indonesia. Misi kami adalah menciptakan konten berkualitas tinggi di semua layar. Kami tidak hanya memproduksi film & series, tapi juga branded content seperti film pendek, iklan, web series, dan film vertikal. Apabila kamu sedang mempertimbangkan membuat konten-konten di atas, kamu bisa menceritakan idemu di halaman Request a Quote ini. Jika kamu belum punya ide yang jelas, jangan khawatir, karena kami dengan senang hati memberikan konsultasi gratis. Jika YA, mungkin informasi berikut ini berguna untuk kamu. Ketahuilah, selain 'menunggu' hadirnya informasi casting, seorang talent juga perlu 'menjemput bola' yakni mendatangi langsung kantor production house untuk mengajukan casting. Untuk melakukannya, diperlukan database daftar production house beserta alamat dan nomor teleponnya yang bisa kamu datangi setiap saat. Guna menjawab kebutuhan tersebut, kami akan menghadirkan daftar alamat production house rumah produksi beserta nomor telepon masing-masing. Namun kamu disarankan untuk langsung mendatangi alamatnya, daripada sekedar menghubungi via telepon. Wahana Adhireksa Wiraswasta PT WAW Production Jl Menteng 15 Kebon Sirih, Menteng 10340 Category Advertising Supplier, Production House 021 3147884 Kastil Avindo PT Castle Production Jl Pasar Baru Tmr 7-B Pasar Baru, Sawah Besar 10710 Category Production House 021 3502528 Cipta Imajinasi Disain PT Creative Indigo Production Ktr Pusat Jl Caringin Brt I Kav 10 Cilandak Barat, Cilandak 12430 Category Production House 021 75819010 Andalan Bersama Enterprise CV ABE Production Jl Abdul Majid 6-A RT 007/07 Cipete Selatan, Cilandak 12410 Category Production House 021 7515978 Sanrio Anugrah Mandiri PT Sanrio Production Ktr Pusat Jl Raya Ampera 131 Ragunan, Pasar Minggu 12550 Category Production House 021 7812354 Komunika Esensi Zona Indonesia PT Kez In Action Jl Dewi Sartika 261 Cawang, Kramat Jati 13630 Category Production House 021 8014480 Bintang Advis Multimedia PT Cek & Ricek Kav DKI Jl Penyelesaian Tomang IV Kav DKI Bl 85/21 Meruya Ilir, Kembangan 11620 Category Production House 021 5859328 Leo Jade Film PT Jl P Jayakarta 68 Bl C/18 Mangga Dua Selatan, Sawah Besar 10730 Category Production House 021 6008229 Dunia Visitama Produksi PT Fremantlemedia Ktr Pusat Jl Barito II 3 Kramat Pela, Kebayoran Baru 12130 Category Video Production House 021 72801001 Cross Media Internasional PT CMI Advertising Ktr Cabang Rukan Tiara Buncit 88 Jl Kemang Utr IX Rukan Tiara Buncit 88 Bl E/17 Mampang Prapatan, Mampang Prapatan 12790 Category Production House Production House Inkara Films Jl. Acordion Q 14-15 Kelapa Gading Pratama, Jakarta 14250 Jakarta Utara 021 45843415, 45842855 021 4504692 Production House Peason TV Jl. Agung Karya No. 24-25, Blok B, Danau Sunter Utara, Jakarta Jakarta Utara 021 6503644, 6504666 Production House RAP Sinema Jl. Sirap No. 17, Kayu Putih, Jakarta 13210 Jakarta Utara 021 4758434 021 4890869 Production House PT. GunJa Film Jl. Raya Gading Batavia No. LC. 8/08, Jakarta Utara Jakarta Utara 021 45854308 gunJa_film Production House Net Films Complex Hotel Ibis Mangga Dua Blok E 1 No. 16 Jakarta 10730 Jakarta Utara Model Agency & Artist Management Trotoar Talent’s JI. Bojong Raya No. 1 Rt. 014/ 04 Rawa Buaya, Cengkareng Jakarta 11740 Jakarta Utara JAKARTA TIMUR Production House Diwangkara Citra Suara Jl Kayu Putih VIB no. 28, Pulo Mas Jakarta Timur Production House Karnos Films Jl. Pringgodani No. 30, Ciulengsi, Cibubur Jakarta Timur 021 84599407 Production House Mata Air Jl. Pemuda No. 72-73 DE lt. 3, Rawamangun, Jakarta Timur Jakarta Timur 021 47863383 Production House Semathea Astro Mega Cemerlang Plaza Niaga I Blok B No. 38, Bukit Sentul, Jakarta Timur Jakarta Timur 021 87961375 Production House Sentra Fokus Studio Jl. Sodong Raya No. 11 Cipinang Timur, Rawamangun, Jakarta Timur Jakarta Timur 021 4753236/37 Production House Viandra Production Jl. Wanggamet No. 12-14, Bukit Permai Cibubur, Jakarta Timur Jakarta Timur 021 8714738 Production House Demi Gisela Citra Sinema Komp. Rukan Taman Pondok Kelapa Blok B7 Jl. Raya Pondok Kelapa Jakarta Timur Jakarta Timur 021 86903830 Production House Revo Films Kompleks Medical Centre Taman Pondok Kelapa No. C7C8 JI. Raya Pondok Kelapa Jakarta 13540 Jakarta Timur Production House Jelita Visindo Komplek Era Mas 2000 Blok B4 No. 38 Pondok Kopi Jakarta Timur Jakarta Timur Model Agency & Artist Management Expose Agency Jl Cipinang Jaya Bl EE/17 13410 Jakarta Timur 021 8504554 Model Agency & Artist Management Ei Models & Artist Management Wisma Virby Blok Pondok Kelapa Jakarta Timur 13450 Jakarta Timur 021 68403040 , 8640130 info JAKARTA SELATAN Production House Eraguna Digital Multimedia, PT Jl. Fatmawati No. 1, Jakarta 12430 Jakarta Selatan 021 7696666, 7507711 021 7507703. infoedm Production House GMM Films Jl. kemang Selatan Raya Jakarta 12730 Jakarta Selatan 021 7197776 021 71790182 TV Commercial, 71793825 TV Program fara Production House Kalyana Shira Films Jalan Bunga Mawar No. 9 Pangeran Antasari, Cipete Selatan Jakarta 12410 Jakarta Selatan 021 7503223, 7503225, 75900343 021 7694318 kalyanashira Production House Jl. Warung Buncit Raya no. 101-9 Jakarta Selatan 021 79192080 021 791 92 070 productions Production House Platinum Jl. Percetakan 1 C, Kramat Pela – Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12130 Jakarta Selatan 021 7269178, 72790472 021 7229448 Production House RT Films Jl. Kemang I Jakarta 12730 Jakarta Selatan 021 7182988 021 718 2989 ross Production House PT Dreamfarm Media Visual Jl. Rambai I/3 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12040 Jakarta Selatan 021 7230741 irmanr Production House Parkit Film Buncit Mas Blok BB No. 3A Jl. Mampang Prapatan Raya No. 108, Jakarta 12760 Jakarta Selatan 021 7946356 Production House Persari Film Jl. Manggasari No. 17 Kompleks Wisma Tani, Ragunan – Pasar Minggu Jakarta Selatan 021 7806790 Production House Atmochademas Jl. M. Saidi No. 34 A, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan. Jakarta Selatan 021 73690978, 73690979 Production House CH Entertainment ITC Permata Hijau Blok Emeral No. 30. Jl. Panjang, Jakarta Selatan Jakarta Selatan 021 53663801 Production House CITO Multi Media Komplea DPR 2 No. 123, Jakarta Selatan Jakarta Selatan 021 92989145 Production House DAPOER 711 Jl. Gandaria II No. 12 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12130 Jakarta Selatan 021 7257081 Production House de-PIC Jl. Kebon Jeruk, Wisma Graha Kencana Blok D6, Jakarta Selatan Jakarta Selatan 021 5363656 Production House Garin Nugroho Production/ Yayasan Set Jl. Bacang V No. 5 Mayestik, Jakarta Selatan Jakarta Selatan 021 7251095 Production House Gema Film Jl. Kemang IV No. 11, Jakarta Selatan Jakarta Selatan 021 7192150 Production House Indika Group Jl. Gatot Subroto Kav. 21, Graha SCTV, Jakarta 12930 Jakarta Selatan 021 25509977 Production House Inomaleo Jl. Erlangga III No. 14, Jakarta Selatan Jakarta Selatan 021 7244106, 72799662 Production House Soraya Intercine Film Jl. Gelong Baru Selatan 3 No. 21, Tomang Raya, Jakarta Selatan Jakarta Selatan 021 5606468 Production House Jose Purnomo Production Jl. Pondok Hijau II No. 4, Jakarta Selatan Jakarta Selatan Production House Kharisma Production Jl. H. Samali No. 33 Pasar Minggu, Jakarta Selatan Jakarta Selatan 021 7996701 Production House Melia Jl. Tebet Barat Dalam 2 No. 6, Jakarta Selatan Jakarta Selatan 021 8313607 Production House Miles Production Jl. Pangeran Antasari No. 17, Cipete, Jakarta Selatan Jakarta Selatan 021 7500503, 7500739 Production House Multi Media Jl. Minyak 3 No. 1, Duren Sawit, Jakarta Selatan Jakarta Selatan 021 9749998 Production House Parama Entertainment Jl. Radio Dalem Raya No. IA, Ruko Dwi Jaya Plaza Blok 3A, Jakarta Selatan Jakarta Selatan 021 72790107 Production House Persari Film Komp. Wisma Tugu Tani, Jl. Manggasari No. 17, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12540 Jakarta Selatan 021 7806790 Production House Reinesance Film Jl. Kemang III No. I Jakarta Selatan Jakarta Selatan 021 7198654 Production House Rexinema Jl. Pangeran Antasari No. 16 Cipete, Jakarta Selatan Jakarta Selatan 021 75908024 Production House Sinemart Jl. Kebayoran Lama No. 17 D, Jakarta Selatan Jakarta Selatan 021 5309228 Production House TSA Komunika Jl. Dharmawangsa X No. A-20, Jakarta 12160 Jakarta Selatan 021 7258147, 72792003 Production House Fast Films Komp. Kejaksaan Agung RI Blok J-28 Jl. Raya Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan Jakarta Selatan 021 78844008 Hunting 021 7801871 info Production House Lenza Film JI. Kebayoran Lama No. 17 D Jakarta Selatan Production House REC Production Wisma Aldiron Dirgantara Suite 402-403 JI. Gatot Subroto 72Jakarta 12780 Jakarta Selatan Production House Senatama Entertainment JI. Pinang Emas V No. 18 Pondok Indah Jakarta Selatan Model Agency & Artist Management Verio Management Triguna Building 200 Jl. Hang Lekiu III/17 Kebayoran baru 12120 Jakarta Selatan Model Agency & Artist Management Maks Agency J1. Gaharu I No. 94 E Cipete, Kebayoran Baru Jakarta 12430 Jakarta Selatan Model Agency & Artist Management Contoh Manajemen Artis JI. Tebet Timur Raya No. 17 12810 Jakarta Selatan Model Agency & Artist Management Tujuh Management JI. Pondok Karya IX No. 8A Mampang Jakarta Selatan Model Agency & Artist Management Platinum Management Jl. Percetakan 1 C, Kramat Pela – Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12130 Jakarta Selatan 021 7269178, 72790472 021 7229448 Model Agency & Artist Management Chitra Modelling Agency Jl Tebet Utr I 41-C 12820 Jakarta Selatan 021 8317080 Model Agency & Artist Management Citra Gemilang Klasikindo PT Jl Tebet Tmr Dalam IV 11 12820 Jakarta Selatan 021 8290601 Model Agency & Artist Management Heruko Models Jl Tebet Brt Raya 10-B 12810 Jakarta Selatan 021 8304935 Model Agency & Artist Management Ikrar Maha Gempita PT Jl Raden Saleh 27 10330 Jakarta Selatan 021 3900376 Model Agency & Artist Management Intermodel Jl Mampang Prapatan XIV 73 12790 Jakarta Selatan 021 7986439 Model Agency & Artist Management OQ Modelling Jl Wijaya II Wijaya Graha Puri Bl A/15-16 12160 Jakarta Selatan 021 7227181 Model Agency & Artist Management Portrait Cipta Karya Mandiri PT Jl Wijaya II Wijaya Graha Puri Bl E/8 Lt 1 12160 Jakarta Selatan 021 7397960 Model Agency & Artist Management Putri Pertiwi Indonesia PT Jl Melawai Raya 93 Graha Darya Varia Lt 3-B 12130 Jakarta Selatan 021 7261040 Model Agency & Artist Management Trisula Megah Mandiri PT Jl Jend Gatot Subroto Kav 53 JDC Lt 6 Jakarta Selatan 021 5359730 JAKARTA PUSAT Production House MD Entertainment Jl. Tanah Abang III No. 23A Jakarta Pusat 10160 Jakarta Pusat 021 3451777 021 3855 777 info Production House MD Pictures Jl. Tanah Abang III No. 23A Jakarta Pusat 021 3861777 021 3862777 Production House Star Vision Jl. Cempaka Putih Raya 116 A-B Jakarta Pusat 10510 Jakarta Pusat 021 4253390 Hunting 021 4245477 Production House Baskara Jl. Pangeran Jayakarta, Ruko Melawan 28/4, Jakarta Pusat. Jakarta Pusat 021 6006317, 6008744, 68068537 Production House Bola Dunia Jl. Gunung Sahari Raya No. 1, Blok A/6-7, Jakarta Pusat Jakarta Pusat 021 6299658 Production House Frame Ritz Jl. Cempaka Putih Tengah 15 No. 28, Jakarta Pusat Jakarta Pusat 021 4222671, 4222672 Production House Garuda Film Jl. Kwitang Raya No. 33, Jakarta Pusat. Jakarta Pusat 021 3901612, 3107095 Production House Gentabuana Pitaloka Jl. Sangaji No. 17 B, Jakarta Pusat Jakarta Pusat 021 3453151 Production House Jatayu Cakrawala Jl. Tanah Abang V No. 14, Jakarta Pusat Jakarta Pusat Production House Millenium Visitama Film Jl. Gunung Sahari Raya No. 1, Blok A No. 6-7, Jakarta Pusat Jakarta Pusat 021 6299655 Production House RAPI Film Jl. Cikini II No. 7 Jakarta Pusat Jakarta Pusat 021 3857175, 323675 Production House Soraya Intercine Film Jl. Pintu Air Raya No. 20 Jakarta Pusat Jakarta Pusat 021 3455916, 3811655 Production House Triwarsana Jl. Tanah Abang II No. 80A, Jakarta Pusat Jakarta Pusat 021 3500019 Production House Virgo Putra Film Harco Mangga Dua Blok P No. 21-22, Jakarta Pusat Jakarta Pusat 021 6120991-4, 6120973 Model Agency & Artist Management Lima Mangement Gedung ILP JI. KS Tubun No. 14 Slipi Jakarta Pusat Jakarta Pusat Model Agency & Artist Management Gaya Favorite Press PT Jl HR Rasuna Said Kav 32-33 Ged Femina Lt 4 12910 Jakarta Pusat 021 5266666 Model Agency & Artist Management Sanggar Sari Enterprise Jl Kemayoran Baru 106-108 10630 Jakarta Pusat 021 9154152 Model Agency & Artist Management Sanggar Seni Budaya Betawi Jl Kemayoran Ketapang 3 10620 Jakarta Pusat 021 4207986 JAKARTA BARAT Production House PT Tripar Multivision Plus Komplek Perkantoran Roxy Mas Blok C2 No. 27-34, Jakarta 10150 Jakarta Barat 021 6335050 021 6324370 webmaster Production House Avicom Jl. Kedoya Raya No. 88, Jakarta Jakarta Barat 021 5817075 Production House Bintang Inova Jl. Taman Meruya Ilir Blok E 1 No. 15, Jakarta Barat Jakarta Barat 021 58902935 Production House Prima Entertainment Ruko Green Garden Jl. Panjang, Blok Z2 No. 60-61, Jakarta Barat 11520 Jakarta Barat 021 5816711, 5808123 Production House Tobali Putra Production Jl. Raya Panjang, Ruko Sunrise Garden Blok A3 No. 2, Jakarta Barat Jakarta Barat 021 70268183 Model Agency & Artist Management Ardianata Starmedia PT Jl Kb Jeruk Raya Bl A-3/8 RT 006/03 11530 Jakarta Barat 021 53690901 Model Agency & Artist Management CNN Model Agency Jl Petojo VIY II 2-2-A 10150 Jakarta Barat 021 3809050 DEPOK Model Agency & Artist Management Adjie Model Management Kompleks Cimanggis Indah Blok L/18 Depok Model Agency & Artist Management Blitz Pro Jl RTM Kompl Perindustrian Bl C/180 11550 Depok 021 8725973 Production House BES Creativision Jl. Tajur Indah No. 35, Bogor 16720 Bogor 0251 254160, 255382 BEKASI Model Agency & Artist Management Kiato Entertainment JI. Yanatera Raya no. 4 Kompleks Bulog Jatiwarna Pondok Gede 17415 Bekasi Production House Cahaya Bagi Negeri Indonesia Graha Multicommtech Jl. Sriwijaya 5-7, Lippo Cikarang, Bekasi 17550 Bekasi 021 89905566 Production House Genta Buana Paramita Ruko Union Blok A No. 7 Lippo Cikarang Bekasi 17550 Bekasi Model Agency & Artist Management Donna Model Studio Pus Pert Pondok Gede Asri Bl F/36 17411 Bekasi 021 8472858 TANGERANG Production House Pavita Sineastaka Palais de Europe, Jl. Lavayette No. 1, Lippo Karawaci, Tangerang, Banten Tangerang 021 55760493, 55772880 WILAYAH LAINNYA Production House Index Production House JL. Jemur Andayani VII/11 Surabaya 031 8436620 031 8416153 Production House Jungle Run Productions Bali info Production House MSV Pictures Jl. Ring Road Utara, Condong Catur, Mataram 0274 7813769 0274 884208 email1 Production House Avant Garde Productions JI. M. T. Haryono Kav. 2526 Jakarta 12820 Production House PT Diwangkara Citra Swara Film JI. Kayu Putih VI B No. 28 Production House Shandika Widya Cinema JI. Media Massa K 188 Jakarta 13420 Production House Alang-Alang Production House Jl Ciniru II 12 JAKARTA 12180 021 72081 HAI eds Banyak orang membutuhkan tali pecut untuk memaksa diri merealisasikan mimpi lama yang hampir kukut. Buat Wen Wei Guo, pecutan itu adalah film panjang berjudul Senja di Pulau Simping 2012.Film karya sutradara Lo Abidin itu sebenarnya hanya satu dari ratusan film buatan sineas Tionghoa di Kota Singkawang sepanjang 2010-2015. Rentang waktu ini diingat Wei sebagai era emas industri film lokal di kotanya, berjarak 145 kilometer dari Pontianak, ibu kota Kalimantan Barat. Seingat Wei, hampir semua karya mendapat sambutan hangat dari penduduk rumah produksi film dari Jawa, yang kerap merekam bangunan budaya Tionghoa di Singkawang untuk keperluan syuting adegan berlatar pecinan seperti Bakpao Ping-Ping, 2010, memotivasi penduduk setempat untuk coba-coba bikin karya sendiri. Selain berkaraoke, menonton film memang hobi favorit warga Singkawang. Maka, tidak perlu heran melihat pemutaran film lokal seperti Senja di Pulau Simping laris manis. Bisa bikin produk dan punya konsumen setia, industri film lokal di Singkawang terpantau makin gelisah. Saat Senja di Pulau Simping rilis, ia sudah satu dekade menekuni usaha jasa dokumentasi pernikahan. Perihal mengoperasikan kamera digital, ia mungkin salah satu yang tercakap di kotanya. Kesuksesan Lo Abidin—kini anggota DPRD Singkawang—melecutnya untuk merealisasikan mimpi membuat film panjang pertama yang sudah ia pikirkan sejak memulai usaha videografi.“Beberapa film lokal lain [selain Senja di Pulau Simping] juga memotivasi saya untuk bikin film panjang karena saya berpikir pasti bisa bikin dengan hasil lebih baik. Waktu saya menonton filmnya, saya udah berpikir kalau saya bisa bikin film yang lebih bagus,” kata Wei yang punya nama Indonesia Susanto Gunawan, kepada VICE. “Melihat antusiasme masyarakat [Singkawang] yang mau menonton dan mendukung film lokal, akhirnya saya putuskan utnuk produksi film panjang.”Skenario dibuat, tim dibentuk. Rasa cintanya pada aktor Stephen Chow memengaruhinya untuk memfilmkan Li Bun Ku, sosok folk hero asal Tiongkok pada masa Dinasti Qing 1644-1912. Kepada kami, Wei mencoba memudahkan penjelasan dengan menganalogikan Li Bun Ku ini sebagai “Abu Nawas”-nya Tiongkok cerdas, jenaka, namun annoying. Lewat filmnya, pria 45 tahun itu berandai-andai bagaimana jadinya bila Li Bun Ku hidup di zaman film Li Bun Ku In New Era yang ia rilis pada 2013, dipaskan dengan perayaan Imlek. Wei tercatat sebagai produser sekaligus juru kamera. Film ini menggunakan dialek Hakka/Khek penuh, bahasa dominan yang dipakai penduduk Singkawang. Wei mengklaimnya sebagai film sineas Tionghoa lokal pertama yang menggunakan kamera DSLR. Biaya pembuatannya Rp20 pemasaran film untuk setidaknya balik modal sudah ia pikirkan jauh-jauh. Trailer diunggah di YouTube satu bulan sebelum rilis untuk menggoda penonton sembari memamerkan visual bokeh-bokeh kamera DSLR yang saat itu masih terbilang baru. Wei lantas menyewa sebuah gedung bioskop bernama “Studio” yang biasa memutarkan film lokal sineas Tionghoa. Untuk pemutaran di ruang berkapasitas 300 penonton itu, Wei menjual tiket Rp25 ribu per kepala.“Film kami meledak sekali. Kapasitas gedung selalu penuh saat saya sewa 10 hari, kami sampai harus nambah tempat duduk. Sampai orang luar kota khusus datang ke Singkawang mau nonton film ini,” kenang Wei. Untuk meramaikan pemutaran, ia meminta temannya yang bekerja di usaha percetakan untuk jadi sponsor dengan mencetak spanduk, lalu menghubungi jejaringnya di perusahaan telekomunikasi guna mendukung acara dengan menyediakan kartu perdana gratis kepada pembeli masa penayangan di Studio, Wei melanjutkan momen dengan mencetak 8 ribu keping DVD Li Bun Ku untuk diperjualbelikan. Candu menonton dan berkaraoke warga Tionghoa Singkawang bikin kehadiran toko penjualan DVD menjamur. Wei yakin melihat koneksi internet cepat masih jarang tersedia, DVD masih akan jadi favorit warga sementara ini. Per keping film ia banderol Rp20 ribu, beberapa toko menjualnya sampai dua kali lipat. Ia tak ambil pusing selama dagangannya hanya balik modal, Wei ketiban rezeki dengan omset sekitar Rp250 juta. Mimpi tercapai, bonus banjir uang tunai. Buat apa ke Jakarta? “JAKARTA jelas adalah kunci. Market dan network-nya sudah kebentuk di sana. Kalau yang diharapkan main film komersil tingkat nasional, pindah ke Jakarta jelas memudahkan banyak hal,” kata pemerhati film Adrian Jonathan Pasaribu saat VICE tanyai seputar keunggulan pindah ke Ibu Kota bagi pekerja menggarisbawahi pentingnya jejaring dalam industri. Buat para aktor, tinggal di pusat membuka kesempatan lebih besar untuk bicara dengan produser, sutradara, casting director, manajemen, sesama aktor, atau klinik akting. “Ini orang-orang yang mungkin enggak terlalu kelihatan buat khalayak umum. Di Jakarta, jejaring itu lebih luas dan dalam, sehingga logisnya membuka banyak peluang. Tinggal di Jakarta jelas menawarkan competitive edge sendiri, mengingat banyak jejaring yang kokoh justru lewat relasi personal dan tongkrongan.”Dua kota lain yang punya fondasi industri film yang lumayan kokoh adalah Yogyakarta dan Makassar. Produksi film, komersil maupun tidak, terus bertumbuh. Adrian mengakui memang secara nominal masih jauh dari Jakarta, tapi peluang yang diberikan terhitung lumayan. Banyaknya produksi meningkatkan kemungkinan meledaknya produk dari dua kota ini dan membuka peluang baru bagi aktor-aktornya. Kasus Bu Tedjo dalam Tilik 2020 bisa jadi contoh. Adrian menceritakan, pemeran Bu Tedjo kini bolak-balik syuting ke Jakarta setelah film itu besar pindah ke kota “besar” pernah menyambangi Rifky Husain. Setidaknya sampai hari ini, ia memilih bertahan. “Dulu sempat ditanya dan ditawarin [pindah Jakarta]. Terus suka [kami bercandain], Ah kau lah, masa harus ditentukan nasibnya dan ditunjuk-tunjuk sama orang di sana?’. Tapi ya ini pilihan. Di sini ekosistem [film]-nya enggak semaju sana [Jakarta], pemerintahnya juga [kurang mendukung],” adalah pembuat film di Ambon, Maluku. Ia terlibat dalam banyak proyek seperti film pendek Munysera 2017 sebagai produser dan penulis naskah, dokumenter Pendayung Terakhir 2017 sebagai produser, film pendek Hana 2016 sebagai sutradara, dan dokumenter Provokator Damai 2013 sebagai sutradara. Bersama para sineas dan seniman lain, ia tergabung dalam kolektif seni Ambon workshop, pemutaran film, sampai kolaborasi dilakukan para pekerja film Ambon untuk berkembang. Jejaring dengan sineas di luar wilayah membuka akses ke berbagai kesempatan seperti hibah dana, proyek, dan festival film. Geliat sineas lokal dimulai sekitar 2010 karena teknologi kamera DSLR mulai akrab ditemui, membuat kegiatan merekam gambar menjadi lebih membuat film tak cuma berurusan dengan kemampuan mengoperasikan kamera dan naskah bagus. Ada dana besar yang harus dikeluarkan. Rifky mengaku kesulitan mencari investor film-filmnya. Ia dan kolega kerap menunggu informasi seputar call for proposal dari lembaga di Jakarta untuk bisa produksi film. Tantangan berkarya dari jauh ini dihadapi dengan semangat kolektif. “Kalau ngomongin Timur, kerja sendiri enggak mungkin. Saya punya kamera, yang lain punya lighting, yang lain punya boom [pole]. Kami harus gabung dengan teman-teman lain. Kebanyakan sih karya kami karya kolaborasi, enggak berdiri sendiri,” jelasnya. Situasi kondusif untuk berkembang secara komunal membuat skena film Ambon mampu melahirkan talenta keren seperti penulis skenario Irfan Ramli serta aktor muda Bebeto Leutualy dan Aufa Assagaf. Nama-nama tersebut mencuri perhatian nasional saat terlibat di film Cahaya dari Timur Beta Maluku 2014 garapan Angga Dwimas Sasongko. Usai film itu, ketiganya memutuskan pindah ke Rifky, idealisme membuatnya memutuskan tetap di Maluku, meski sadar betul akan sulit memenuhi hidup seutuhnya dari sinema, “Kalau ngomongin industri film layar lebar, berkarya di daerah agak susah. Pasarnya kecil, ekosistemnya belum mendukung. Kalau sekadar film pendek dengan sistem komunitas kayak yang kami bikin, masih mungkin. Tapi, kalau bener-bener komersil [sulit],” produksi film sebagai passion project, Rifky menyebut banyak sineas Maluku yang akhirnya mencari pekerjaan lain untuk menopang hidup. Ia sendiri sempat menjadi dosen serta tenaga lepas di beberapa perusahaan. Yang terpenting, mimpi untuk membangun ekosistem di daerah sendiri masih terus dipelihara. Cita-citanya, sineas Maluku bisa hidup dari membuat film. Semangat berproduksi terus dikibarkan. Meski sudah banyak kolega yang punya pekerjaan lain, namun begitu ada panggilan produksi, anggota komunitas yang terpencar siap hadir dan membantu.“Kemarin kami sempat diskusi kecil untuk bikin series dulu biar bisa penetrasi [pasar]. Paling memungkinkan teman-teman daerah buat masuk ke industri. Mungkin [tayang] di platform online kayak Netflix. Sebenarnya banyak macam cerita dan ide [yang] enggak semua orang Jakarta bisa produksi. Orang butuh ide baru terutama lebih banyak konten di luar budaya mereka,” kata Rifky. “Apabila semakin banyak orang mau bikin film, otomatis industrinya tumbuh.” BOWO LEKSONO menyambut tantangan berkarya dari daerah dengan fokus di jalan regenerasi. Ia mengajar sebanyak mungkin pelajar di daerahnya mengenai proses di balik penciptaan film. Tujuannya simpel semakin banyak yang memiliki ilmu film, semakin besar pula potensi berkembangnya skena film Purbalingga, sebuah kabupaten sejuk di kaki Gunung Slamet, Jawa mencoba membangun industri film di Purbalingga setelah terinspirasi dari para seniman di Jakarta yang ia wawancarai semasa jadi jurnalis. Pada 2004, ia menghubungi kelompok teater lamanya di kampung sebagai langkah mula membentuk komunitas film.“Saya pikir kalau saya kembangkan [film] di Jakarta, ya istilahnya kayak menggarami lautan. Di Jakarta udah ada banyak [sineas] karena setidaknya ada IKJ sebagai basis anak-anak film di Jakarta,” Bowo dimulai dengan penggarapan film Peronika 2004 yang fenomenal di wilayah berbahasa Ngapak. Pemutaran di berbagai daerah dilakukan sembari memperkenalkan dirinya sebagai sineas asal Purbalingga. Pada 2006, Bowo membentuk Cinema Lovers Community CLC sebagai payung lembaga yang menaungi program-programnya. Beberapa pekerja video yang punya usaha jasa dokumentasi diajak bergabung untuk bersama mengembangkan Purbalingga. Sampai hari ini, CLC masih aktif mengawal program film seperti pemutaran, workshop, atau proyek produksi film. Pada 2007, Festival Film Purbalingga FFP pertama digelar. Semangat regenerasi yang dibawa menuntut penyediaan wadah bagi pelajar untuk memamerkan karyanya. FFP hadir menyediakan sudah mulai aktif mengembangkan film di Purbalingga, Bowo masih berdomisili di Jakarta dengan alasan membangun komunitas ya juga butuh biaya. Ia baru pulang kandang pada 2010. Ia ingin secara fisik setiap hari ada untuk memikirkan program pengembangan selanjutnya.“Di tahun kepulangan saya, kami bikin ekstrakurikuler film ke sekolah-sekolah setingkat SMA. Pertimbangannya saat itu kampus swasta cuma satu-dua, sementara kampus negeri adanya di Purwokerto [kota sebelah]. Saya pengennya [target] dari pelajar karena [ada potensi] mengembangkan di masa depan. Yang tertarik bisa melanjutkan kuliah film,” bahwa sekolah film mahal, Bowo bersama CLC juga mendesak pemerintah daerah untuk proaktif memberikan beasiswa kepada bakat-bakat daerah. Ia berujar, saat itu perhatian pemerintah masih terlalu tertuju pada siswa yang melanjutkan kuliah di bidang yang populer seperti hari ini, CLC masih aktif berkomunitas. Ada enam program tahunan utama yang rutin dilaksanakan, termasuk festival. Fokus pengembangan diri bersama komunitas membuat Bowo paham benar konsekuensi yang hadir pasti ada anggota yang cabut karena dapat kerjaan lain.“Mereka juga butuh hidup, apalagi yang sudah enggak sekolah atau kuliah. Saya enggak bisa menahan mereka ketika mereka mau punya pekerjaan lain. Otomatis, hanya akhir pekan bisa bergabung. Ya enggak apa-apa, diatur aja ritmenya,” cerita Bowo menjelaskan dinamika kerja di daerah juga membuat Bowo mengelola ekspektasinya kepada para pelajar, “Yang terpenting anak-anak muda belajar banyak hal lewat medium film. Saya enggak berharap mereka jadi filmmaker, itu berat banget. Di kampung itu yang namanya orang tua masih kepengin anaknya jadi PNS. Terpenting, film jadi alat anak-anak muda untuk belajar banyak hal di sekitarnya. Film dibuat dengan kegelisahan. Harus ngomongin sesuatu, jadi enggak asal.”Dampak positifnya, bertahun-tahun melakukan regenerasi sineas muda di Purbalingga membuat Bowo memiliki banyak stok anak muda untuk diajak kerja bareng, khususnya saat butuh tenaga dalam menggarap proyek video, film, atau menggelar festival. “Kalau ada program, kumpul semua. Apalagi kalau festival film, terutama teman-teman yang udah pada kuliah di Jogja, Solo, Jakarta.”Untuk menyokong hidupnya, punggawa CLC kerap membuat video-video pesanan sebab banyak lembaga di daerah, pemerintah maupun non-pemerintah, yang membutuhkan jasa pembuatan video. Godaan pindah kota "besar" memang ada. Namun, kenyamanan dan kepuasan hidup yang didapat Bowo bersama CLC masih jadi pemenangnya. Biar calon-calon sineas masa depan Purbalingga saja yang mengais ilmu ke luar kampung. SETELAH 2015, produksi film sineas Tionghoa di Singkawang menurun drastis karena dua alasan. Pertama, gedung Studio sudah dialihfungsikan menjadi museum, tak ada lagi tempat sineas lokal memamerkan karyanya sembari mendapatkan penghasilan. Kedua, internet makin familier membuat penjualan DVD luluh lantak. Penduduk kini menonton film di internet. Beberapa sineas bahkan trauma karena karya yang mereka jual lewat DVD justru diunggah ulang di YouTube oleh orang tak bertanggung jawab.“Hal-hal itu membuat sineas-sineas Singkawang akhirnya makin mundur. Film yang dihasilkan enggak bisa dikomersilkan untuk mengembalikan modal,” kata Wei. Kemewahan berkomunitas milik Bowo dan Rifky untuk menghadapi masa-masa sulit tidak begitu dirasakan Wei. Untuk saling berbagi ilmu, ia lebih sering bergabung dengan komunitas sineas Melayu di Singkawang atau malah menyeberang ke Pontianak. “Enggak suka bikin forum. Mungkin ini karakter sineas Tionghoa di Singkawang. Saya [pernah] lihat beberapa produksi [lalu] saya coba ajak berkomunikasi [sineas Tionghoa lain] untuk berkumpul, mereka tak ada reaksi,” keluh Wei. Ia hanya bisa mengira-ngira karena tak paham mengapa kolega di lingkungannya tidak bisa diajak kini fokus mengembangkan toko pakaiannya di samping terus melanjutkan usaha dokumentasi pernikahan. Tak terbesit keinginannya untuk pindah kota. Di Singkawang, Wei masih memelihara mimpinya rutin memproduksi film dari tanah kelahirannya. Ada satu film siap tayang yang masih ia simpan sejak 2019. Tanggal rilis tertahan dua tahun, ia masih kebingungan mencari cara agar setidaknya balik modal.“Mungkin tahun depan saya ikhlaskan untuk tayang gratis di YouTube,” tutup Wei.

ph film di jakarta